Pentingkah Melakukan Vaksin Kanker Rahim

Pentingkah Melakukan Vaksin Kanker Rahim ? -, Sebagian besar orang penderita kanker rahim yang disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV) yang menular seksual (HPV). Imunisasi HPV luas dan bagaimanapun bisa mengurangi dampak kanker rahim atau kanker serviks di seluruh dunia. Seperti yang dikutip dari Mayo Clini, vaksin kanker rahim dibahas oleh Bobbie S. Gostout, MD, seorang ahli infeksi HPV dan ahli bedah ginekologi di Mayo Clinic, Rochester, Minn.

Adapun pertanyaan yang bisa menjadi gambaran untuk Anda semua, pentingkah melakukan vaksin kanker rahim,mengingat kanker rhaim merupakan jenis kanker nomor dua yang menyerang wanita dan menyebabkan banyak wanita meninggal. Ada beberapa cara bagaimana kanker rahim bisa menyebar yaitu dengan melakukan hubungan seksual sehingga harus dilakukan pencegahan.

Pentingkah Melakukan Vaksin Kanker Rahim

Pentingkah Melakukan Vaksin Kanker Rahim ?

Berbagai jenis HPV yang menyebar melalui kontak seksual, menyebabkan sebagian besar kasus kanker rahim. Dua vaksin kanker rahim memiliki Food and Drug Administration (FDA) persetujuan di AS Gardasil untuk anak perempuan dan laki – laki. serta Cervanix untuk anak perempuan saja dan kedua jenis vaksin tersebut diberikan pada seorang gadis yang belum mengidap penyakit kanker rahim.

Pentingya melakukan vaksin kanker rahim yaitu bisa mencegah kanker bagina dan vulva pada wanita sert Gardasil dapat mencegah kutil kelamin dan kanker dubur pada perempuian serta laki – laki. Secara teori vaksinasi anak laki – laki pada HPV bisa membantu melindungi anak dari virus dengan kemungkinan penurunan transmisi.

Baca :

Vaksin kanker serviks atau kanker rahim direkomendasikan diberikan pada anak perempuan dan laki – laki yang berusia 11 sampai 12 tahun meskipun bisa diberikan pada anak usia 9 tahun. Baik anak perempuan dan laki – laki sangat penting untuk mendapatkan vaksin sebelum mereka memiliki kontak seksual dan terpapar infeksi HPV karena jika tubuh sudah terinfeksi HPV maka vaksin mungkin tidak efektif atau bahkan tidak bekerja sama sekali. Serta respon terhadap vaksin yang lebih baik di usia mudah daripada usia tua.

Apabila dari ketiga seri dosis vaksin tidak selesai dengan usia 11 – 12 tahun maka Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit CDC akan merekomendasikan bahwa anak perempuan serta perempuan hingga usia 26 tahun dan anak laki – laki serta laki – laki akan menerima vaksin. Tapi, bagi pria bisa mendapatkan vaksin yang diinginkan sampai usia 26 tahun.

  • Orang yang Tidak Bisa Mendapatkan Vaksin Kanker Rahim

Bagi mereka wanita hamil serta orang – orang yang sedang mengalami penyakit berat dan mengatakan pada dokter Anda alergi parah termasuk alergi ragi atau lateks dan memiliki reaksi alergi yang mengancam nyawa terhadap komponen vaksin atau dosis sebelumnya yang tidak harus mendapatkan vaksin.

  • Efek Samping Penggunaan Vaksin Kanker Rahim

Secara keseluruhan biasanya efek yang dirasakan setelah melakukan vaksin kanker serviks atau rahim bisa dikatakan ringan. Efek samping yang paling umum dari kedua vaksin HPV termasuk rasa sakit di tempat suntikan lengan, kepala, dan demam ringan terkadang pusing atau pingsan setelah injeksi, Tetap duduk selama 15 menit setelah injeksi bisa mengurangi resiko pingsan. selain itu, cervarix mungkin menyebabkan mual, muntah diare atau sakit perut. CDC dan FDA terus memantau vaksin untuk masalah yang tidak biasa atau berat.

Baca :

Jadi bisa disimpulkan vaksin hanyalah sebuah cara alternatif yang membantu untuk mengurangi resiko penyakit kanker serviks namun, tetap saja untuk terhindar dari penyakit kanker rahim tidak hanya bergantung dengan vaksin tapi gaya hidup juga harus diperhatikan seperti tidak melakukan hubungan intim pada usia dini, berganti – pasangan serta megurangi kebiasaan buruk seperti minum alkohol dan mengurangi kebiasaan merokok pada wanita. Selain itu, melakukan pemeriksaan kesehatan yang berhubungan reproduksi penting untuk dilakukan. Pap Smear merupakan salah satu pemeriksaan yang bsia dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi virus HPV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *