Infeksi Rahim Setelah Melahirkan

Selamat datang di website Obat Infeksi Rahim Alami dan Aman  dan terimakasih sudah berkunjung untuk membaca informasi penting kita semua tentang infeksi rahim  setelah melahirkan. Apakah Bahaya ? Bagaimana Penyebabnya ? Apa Solusinya ? Silahkan Anda membaca postingan kami.

Bahagia sekali bukan setelah selama sembilan bulan mengandung dan tiba hari dimana Anda akan bertemu dengan buah hati, tapi sebelumnya Anda harus menjalani proses melahirkan. Tapi, bagaimana kalau setelah Anda melahirkan dengan selamat dan bayi Anda juga selamat namun Anda terserang penyakit infeksi rahim, sedih bukan ??? Maka dari itu mari kita  simak penyebab dan gejala timbulnya infeksi rahim setelah melahirkan.

Infeksi Rahim2Infeksi Rahim Setelah Melahirkan

Organ – organ yang terbawa melalui pembuluh darah lalu masuk ke jalan lahir bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya infeksi rahim. Ini biasanya terjadi karena alat – alat yang digunakan kurang higienis. Ada petugas yang mengidap penyakit tertentu sehingga menular juga bisa disebabkan oleh jalan lahir ibu hamil. JIka daya tahan tubuh rendah, kerbersihan kurang terjaga, perawatan kurang baik bisa mengubah kuman di vagina yang awalnya bersifat tidak pathogen menjadi pathogen dan akan semakin parah dengan luka jalan lahir yang mudah bagi kuman dapat berkembang biak.

Dalam kasus ketuban sudah pecah atau bocor duluan dapat menurunkan daya tahan tubuh juga dengan persalinan vacuum dan forsep. Tindakan membersihkan sisa – sisa plasenta atau selaput ketuban dan darah beku yang tertinggal. Maka dari itu untuk penangan ketiga harus dilakukan dengan baik.

Gejala Awal Infeksi Rahim

Demam dan suhu tubuh mencapai 38 derajat celsius atau bisa lebih dari itu, terutama 10 hari pertama setelah melahirkan. Nyeri di jalan lahir, pada infeksi biasanya disertai suhu tinggi. Rasa nyeri saat infeksi bersifat menetap sedangkan nyeri saat kondisi normal perlahan akan hilang.

Tindakan pencegahan

  • Penggunaan kain kasa penutup luka operasi / jahitan harus menggunakan cairan antiseptic untuk mengompres vagina disaat bekas luka belum kering.
  • Kebersihan setelah buah air besar dan buang air kecil. Diusahakan jangan ada luka, walaupun jahitan perineum setiap kelahiran anak pertama sering tak bisa dihindari.
  • Banyak istirahat dan kurangi bebab kerja untuk mengembalikan kondisi tubuhnya.
  • Penempatan ruangan bagi ibu hamil yang terinfeksi dipisahkan dengan yang tidak terinfeksi, dikhawatirkan akan terjadi penularan.
  • Makan makanan bergizi dan minumlah susu secara teratur
  • Membatasi kunjungan tamu

Sekian informasi dari kami tentang infeksi rahim setelah melahirkan, semoga informasi dari kami dapat bermanfaat untuk kita semua.

Judul Yang Lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *