Efektifkah Pengobatan Kemoterapi bagi Penderita Kanker Rahim

Efektifkah Pengobatan Kemoterapi bagi Penderita Kanker Rahim -, Infeksi Rahim-, Kemoterapi merupakan jenis pengobatan untuk kanker yang menggunakan obat – obatan untuk mengobati berbagai jenis kanker dan biasanya diberikan sebelum atau sesudah melakukan pembedahan. Tujuan dari dilakukannya kemoterapi sendiri adalah membasmi seluruh sel kanker hingga ke akarnya dan sampai ke lokasi yang sulit untuk dijankau oleh pisau bedah dan sedikitnya untuk mengontrol sel kanker agar tidak menyebar keseluruh tubuh.

Efektifkah Pengobatan Kemoterapi bagi Penderita Kanker Rahim

Tujuan Dilakukan Kemoterapi

Pada umumnya kemoterapi seringkali dilakukan unyuk 2 alasan utama yaitu untuk mengendalikan atau memusnahkan tumor dan meringankan gejala kanker seperti rasa sakit. Jenis kemoterapi yang satu ini adalah kemoterapi paliatif.

Sedangkan tujuan lain dilaksanakannya pengobatan kemoterapi untuk mencegah timbulnya sel – sel kanker setelah dilakukan pembedahan atau terapi radiasi untuk mengontrol tumor. Jenis kemoterapi yang satu ini yaitu kemoterapi adjuvant dan cara kerjanya adalah dengan membidik serta menghilangkan sel kanker yang berkembang cepat di dalam tubuh.

Pengobatan kanker sendiri, baik kanker rahim atau kanker serviks tergantung dari jenis atau tipe dan penyebab kanker. Karena usia, kondisi kesehatan umum serta sistem pengobatan juga berpengaruh pada proses pengobatankanker. Dalam kasus utama penyakit kanker, pengobatan yang utama dan sering dilakukan adalah

  • Operasi atau pembedahan
  • Kemoterapi
  • Penggunaan sinar radiasi atau Radioterapi

Namun dalam kenyataannya seringkali dilakukan lebih dari satu macam cara pengobatan seperti pengobatan yang diikuti dengan kemoterapi atau radioterapi bahkan dalam kasus tertentu penderita kanker bisa menjalani semua pengobatan tersebut.

Karena pada dasarnya pengobatan operasi adalah untuk mengangkat sel kanker secara keseluruhan karena kanker hanya bisa sembuh jika belum menyebar ke bagian lain. Sedangkan pengobatan dengan cara kemoterapi dan radioterapi bertujuan untuk memusnahkan sel – sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel kanker yang masih tertinggal.

Apakah Pengobatan Kemoterapi ada Efeksampingnya ?

Sebenarnya tergantung dari jenisnya, ada kemoterapi yang diberikan setiap hari, seminggu sekali atau tiga minggu sekali bahkan satu bulan sekali. Seberapa seringnya penderita harus menjalani pengobatan kemoterapi juga tergantung dari jenis kanker yang diderita.

Efek samping dengan menggunakan kemoterapi juga tida bisa dipungkiri, karena obat – obatan kemoterapi sangat kuat dan tidak hanya membunuh sel kanker melainkan sel – sel sehat di dalam tubuh. Oleh karena itu efek samping kemoterapi muncul pada bagian tubuh yang sel-sel nya membelah dengan cepat. Berikut beberapa efek samping yang bisa dialami oleh mereka yang melakukan pengobatan kemoterapi baik sebelum atau sesudah dilakukannya pengobatan.

  • Tubuh terasa Lemas

Efek samping yang paling umum dan sering ditemukan pada penderita kanker yang melakukan pengobatan kemoterapi, baik secara mendadak atau perlahan. Bahkan tidak langsung menghilang meskipun dengan istirahat atau bahkan bisa terjadi selama pengobatan. Baca: Obat Pendarahan Rahim

  • Mual dan Muntah

Ada beberapa jenis obat kemoterapi yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami mual dan muntah. Di samping itu, ada beberapa orang yang sangat rentan akan mual dan muntah tapi tenang saja karena hal ini bisa dicegah dengan mengkonsumsi obat anti mual, sebelum atau sesudah pengobatan kemoterapi. Baca: Menstruasi Tidak Teratur Ciri Gejala Kanker Rahim

  • Pencernaan Terganggu

Sebagian jenis obat kemoterapi ada yang bisa menyebabkan pencernaan Anda terganggu, berefek pada diare disertai dengan dehidrasi berat dan mengakibatkan penderitanya harus menerima perawatan. Untuk mengatasi diare bisa dengan mengurangi makanan berserat, sereal, buah serta sayur. Minum banyak untuk mengganti cairan yang hilang dan sulit BAB. Baca: Obat Kista Ovarium Tradisional Ampuh Tanpa Efek Samping

  • Gangguan pada Indera Perasa

Beberapa obat kemoterapi ada yang dapat mengakibatkan penyakit mulut seperti terasa tebhal, infeksi serta kemoterapi juga bisa menyebabkan rusaknya reseptor rasa dalam mulut serta perubahan indera perasa yang biasanya dimulai seminggu setelah melakukan pengobatan kemoterapi.

  • Kerontokan Rambut

Efek samping dari kemoterapi yang berdampak pada rambut biasanya hanya bersifat sementara, umumnya terjadi dua atau tiga minggu setelah melakukan pengobatan kemoterapi. Melakukan cara pengobatan kemo juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala serta terjadi setelah beberapa minggu terapi rambut dan biasanya akan tumbuh lagi setelah pengobatan selesai.

Beberapa efek samping yang bisa diakibatkan karena melakukan pengobatan kemoterapi diantaranya kulit berubah menjadi kering serta produksi hormon menjadi tidak stabil, sel darah menurun dan kelainan pada otot dan saraf. Namun sekarang ini pengobatan untuk kanker rahim ada cara yang lebih alami dan aman tapi tetap memberikan kesembuhan pada penderitanya. Baca: Obat Kanker Rahim .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *