Bayi Ini Dilahirkan Dua Kali Akibat Penyakit Tumor Ganas

Kala itu Margaret Boomer yang sedang mengandung bayinya 16 minggu melakukan pemeriksaan USG secara rutin, lalu ia diberitahukan sesuatu yang membuatnya syok. Bayi yang dikandung dan akan menjadi anak ketiganya ini mengidap kelainan yang disebut dengan Sacrococcygeal teratoma. Bayi Ini Dilahirkan Dua Kali Akibat Penyakit Tumor Ganas -, Infeksi Rahim-,

Baca : 5 Fakta Mengenai Tumor Rahim yang Harus Diketahui

bayi-ini-dilahirkan-dua-kali-akibat-penyakit-tumor-ganas

Kelainan Sacrococcygeal teratoma merupakan tumor yang berkembang sebelum kelahiran anak dan tumbuh dari tulang eker mereka, biasanya tumor ini sering ditemukan pada anak perempuan satu berbanding 35000 kelahiran.

Bagi Margaret yang sebelumnya mengandung anak kembar dan kehilangan salah satu dari mereka tentu membuat hatinya sakit ketika mendengarnya. Dan dokter mengatakan, beberapa kasus tumor ini masih bisa diusahakan dan bisa dioperasi setelah dilahirkan namun dalam kebanyakan kasus tumor yang satu ini bisa membuat janin terhambat menerima pasokan darah.

Baca : Obat Tumor Rahim Alami Tanpa Operasi

Baik janin maupun tumor keduanya sama – sama tumbuh dan dalam banyak kasus yang ditemukan juga pada akhirnya tumor yang menang sedang bayi meninggal.

Lalu tim dokter yang kala itu menangani Margaret menyusun strategi mengoperasi sebelum janin dilahirkan. Tentu saja tindakan yang dipilih dokter ini merupakan memiliki resiko dan tipis kemungkinan untuk bayi bisa selamat. Tapi Margaret dan suaminya tidak memiliki pilihan lain.

Baca : Makanan yang Dianjurkan Untuk Penderita Tumor Rahim

Saat operasi akhirnya dilakukan, Margaret sedang hamil 23 minggu dan pada saat itu tumor sudah berkembang bahkan lebih besar dari janin. Operasi sendiri berlangsung selama 5 jam.

Waktu yang digunakan lebih banyak untuk membuka membran rahim sementara mengoperasi janinnya hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Tim Dokter yang saat itu menangani Margaret, sangat berhati – hati dalam mengoperasinya agar tidak membuat sayatan dan bisa menjahit rahim kembali serta ketuban tidak bocor.

Saat operasi sedang dilakukan, denyut jantung bayi kala itu sempat melambat ke tingkat yang mengkhawatirkan dan beruntung dengan transfusi darah yang tepat serta jumlah darah yang benar membuat bayi selamat.

Baca : Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Tumor Rahim

Pada dasarnya bisa jadi saat itu belum menjadi ajalnya bayi dan ini menjadikan bayi selamat dan sang ibu juga baik – baik saja. Seminggu setelahnya wanita itu melahirkan kembali bayi dengan batuan operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *